Pages

Subscribe:

Rabu, 24 November 2010

Internet? Harus sehat dong!

Jaman sekarang, siapa sih yang tidak kenal internet? Siapa sih yang tidak kenal facebook, twitter, plurk, blog, formspring, google, dan semacamnya? Ya, jawabannya pasti tidak ada. Semua orang mulai dari anak-anak, remaja, dan orang dewasa pasti tahu itu. Itu semua tidak lepas dari satu hal. Ya, internet.

Di era globalisasi seperti sekarang ini, tentu bukan hal yang sulit bagi kita untuk mengakses internet. Entah kita berada di rumah, di sekolah, di kampus, bahkan di warung kopi pinggir jalan sekalipun, pasti sudah banyak yang menggunakan jasa WiFi. Internet pun bisa diakses lewat apapun. Komputer, laptop, HP, semua pasti sudah punya fasilitasnya. Jadi, tidak ada kata susah untuk berinternet, kan?

Karena kemudahan itulah, kita seakan-akan `bergantung` pada internet. Tidak sedikit orang yang mengatakan internet adalah dunia kedua untuknya. Internet sudah seperti kebutuhan primer layaknya makanan dan minuman. Kalau tidak ada `dia`, rasanya hidup ini kurang lengkap. Orang pun selalu berlomba-lomba untuk eksis di dunia maya ini. Bahkan banyak orang akan dikucilkan bahkan diejek jika tidak tahu dan tidak punya setidaknya satu akun di dunia maya. Sebesar itukah pengaruh internet dikalangan masyarakat dunia?

Internet tidak jauh berbeda dari bubuk ekstasi, ganja, ataupun shabu-shabu. Kenapa? Internet membuat penggunanya ketagihan! Ya, sekalinya kita mengenal dan menggunakan internet, maka internet pasti akan mendominasi kehidupan kita seterusnya. That's why, internet punya banyak sekali pengaruh positif dan negatifnya jika kita dapat melihat dan menelitinya dari berbagai sisi.

Namun kita sebagai pengguna internet, sebaiknya tidak menganggap internet hanya sebagai hiburan belaka ketika kita jenuh dengan urusan duniawi. Banyak pengguna internet yang menghilangkan rasa jenuhnya dengan ber-internet, seperti bermain game, mencari atau browsing artikel menarik, dan juga mendownload musik. Tapi kalau kita bisa berpikir lebih jauh, banyak hal yang bermanfaat dan dapat menguntungkan diri kita yang dapat kita lakukan dari internet. Tentunya kita harus dapat mempergunakan internet tersebut dengan baik dan sehat.

Seperti kita tahu, selama ini internet sering sekali mengundang pro-kontra. Di satu sisi, internet memang sangat penting dan dibutuhkan. Namun di sisi lain, internet juga banyak sekali pengaruh negatifnya yang berdampak sangat amat buruk bagi masyarakat. Yang jadi masalah adalah, pengguna atau pengakses internet di dunia ini tidak ada pembatasan usia. Siapapun bisa mengakses. Jadi, anak-anak dan remaja sering kali menyalahgunakan internet seperti halnya mencari artikel, foto, dan video yang mengandung kekerasan, pornografi, dan sejenisnya. Hal ini tentu berbahaya. Tentu kita tidak mau kan, generasi penerus bangsa ini `rusak` hanya karena internet?

Hal ini tidak terlepas dari pentingnya peran orang tua dalam mendidik anaknya untuk berinternet. Sebagai seorang anak, tentu Ia mempunyai rasa keingintahuan yang besar. Dan seorang anak tersebut tentu akan menggunakan internet sebagai media untuk mencari hal-hal yang baru dalam hidupnya. Nah, disinilah orang tua harus berperan aktif untuk mendidik anak mereka agar tidak terjerumus dengan hal-hal yang `tidak penting`. Orang tua harus bisa menjelaskan kepada mereka apa saja hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan, mereka juga berhak untuk membatasi waktu pemakaian internet si anak tersebut.

Lain halnya lagi jika dengan kita. Kita tentu sudah bisa membedakan mana hal yang baik dan yang buruk. Yang harus kita lakukan adalah berkomitmen kepada diri kita sendiri, bahwa kita adalah pengguna internet yang sehat! Ya, apakah kita tidak malu jika kita membuka internet hanya untuk melihat hal-hal yang `tidak penting` tersebut?

Alangkah bermanfaatnya internet jika kita dapat menggunakannya dengan baik. Seperti mencari tugas sekolah, kuliah, atau bahkan tugas kantor, menjalin hubungan dengan teman-teman dan keluarga yang tinggal berjauhan, berbagi cerita kehidupan melalui blog, mencari informasi dan artikel-artikel menarik dari dalam negeri dan mancanegara, atau bahkan berbisnis online. Sungguh banyak manfaatnya, bukan?

Jadi, kalau mau berinternet, harus sehat dong!









Aku ikut sertakan tulisan ini di Festival Blog 2010 yang diadain sama Blog Bandung Vaganza, hoho.. Mau ikutan juga? Ayo klik aja link diatas!

Selasa, 16 November 2010

What A Busy Time!

Gilaaaaaa ternyata kelas 3 itu memang capek banget banget banget.. Hmm sebenarnya yang bikin capek sih bukan pelajarannya, tapi kegiatannya. Yap, entah kenapa semakin lama kegiatan itu semakin menumpuk, yah walaupun ini semua memang rutinitas yang mesti dijalani dan memang aku selalu menjalaninya dengan senang hati, tapi tetap aja lama-lama rasanya jenuh dan butuh refreshing.

Semenjak kelas 3 ini, selama seminggu aku full les. Mulai dari les disekolah, les bahasa inggris, dan juga les pelajaran yang di-UAN-kan. Terus juga beberapa minggu yang lalu disekolah lagi UTS. Aku sih enjoy-enjoy aja jalaninnya, tapi lama-lama bosen juga. Huuuu.. Makanya aku jarang banget ada waktu buat yang namanya santai-santai, jalan-jalan sama teman, dsb. Soalnya setelah seharian sekolah dan les, palingan pas pulang kerumah aku langsung tidur. Belum lagi kalo ada tugas yang mesti dikerjain, dan juga akhir-akhir ini aku sibuk prepare buat ikutan lomba melukis.

Ahya, sekedar info yang sangat penting nih, aku dan temanku, Tarina, sekarang lagi ikutan Kompetisi Seni Lukis Remaja yang diadain di Jakarta. Dan sekarang lagi masa penilaiannya. Makanya akhir-akhir ini aku dan Tarina sibuk banget nyiapin all things to this competition, apalagi batas waktu buat ikutan lomba itu udah mepet banget. Malahan waktu itu kami harus rela pulang jam 10 malem karena harus bolak-balik ke studio foto buat cetak hasil lukisan kami itu yang bakal dikirim ke Jakarta. Wohoooo what a big struggle! Untung aja keluarga kami menyuport habis-habisan, jadi mereka ga marah tuh kami pulang malam demi lomba itu.. hoho

By the way, sebenarnya sih kami pesimis bisa menang di lomba itu. Soalnya lomba itu tingkat nasional, jadi yaaaah kesempatan buat menang pasti jadi lebih sedikit. Kalo Tarina sih memang punya bakat dalam hal gambar-menggambar dan lukis-melukis, tapi aku? Waaaa aku sih sebenarnya iseng-iseng doang ikutan tuh lomba. Awalnya aku liat brosurnya di mading sekolah, terus aku iseng-iseng deh pengen ikut. Hehehehe doain menang ya!

Ini dia gambar kami. Maklum aja deh kalo jelek :p


by : Fania Putri Alifa



by : Tarina Maizura


Wayooo, gambar siapakah yang lebih bagus? :D

By the way, hari Sabtu kemarin rapor UTS dibagikan. Dan yap! Sesuai dengan dugaanku, nilaiku di semester ini kacau AAAAAAAAAA!!!! Bahkan nilai IPS-ku merah.. Ckck
Sebenarnya wajar sih, soalnya waktu UTS itu aku sama sekali ga pernah belajar serius hoho.. Apalagi aku harus ikut ujian susulan untuk pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Aceh karena waktu kedua pelajaran itu di-UTS-in aku ga masuk sekolah.. Alhasil aku cuma dapet nilai 75 buat kedua pelajaran itu. Maklum lah, waktu aku ujian susulan itu aja aku ga ada persiapan sama sekali. Tiba-tiba aja guru bidang studinya manggil aku kekelas buat ikutan ujian susulan karena nilaiku belum masuk -_-'

So I just answered the questions with anything that I thought in my brain..



Ah ya, itu nilai IPS ku bukan yang 70 ya, itu nilai KKMnya, alias nilai batas minimal. Nilai IPS-ku yang asli itu yang 55 -__-' huhu
Yaah semoga rapor semester nanti ga sekacau ini lagi ;)

Jumat, 12 November 2010

I'm Sorry

Huft. Penyesalan itu memang datangnya belakangan, ga ada yang diawal.
Dan karena itu aku selalu ngerasa kalo aku adalah orang yang paling bodoh sedunia, paling tolol sedunia, dan paling sial sedunia kalo udah ngerasa yang namanya penyesalan, apalagi penyesalan karena sesuatu hal yang benar-benar bodoh.


-------------------------------


Jadi, dari dulu mama dan papa ku ga pernah bolehin aku bawa motor.
Alasannya ya tentu aja karena motor itu bahaya dan aku belum punya SIM, jadi kalo ada apa-apa pasti urusannya jadi panjang.
Dulu awalnya, aku naik motor (dibonceng) aja ga boleh, apalagi aku kan pake rok, jadi kalo naik motor duduknya pasti nyamping. Cuma ya karena aku bandel dan aku ngerasa ga bakalan kenapa-kenapa, aku tetep aja naik motor sama teman.

Nah beberapa minggu yang lalu, temanku Tarina, katanya mau ngajarin aku motor, ya tentu aja aku nerima dengan senang hati. Toh, aku kan cuma belajar, apa salahnya?
Dan akhirnya setelah aku belajar dan coba-coba sendiri, dalam waktu sekitar 3 hari aku udah bisa lancar ngendarain motor, walaupun aku belum berani bawa ke jalan raya.
Awalnya mama dan papa ku ga tau hal ini, karena aku yakin kalo mereka tau mereka pasti marah. Tapi yaah, akhirnya mereka tau juga, walaupun aku tau, mereka agak `gimana gitu`.

Tadi sore, temanku si Tarina itu bawa motor ke les. Pas pulangnya, aku bilang sama dia,
"Eh Tar, motornya boleh ga aku yang mundurin?"
Dia bilang, "Boleh" dan langsung ngasih kuncinya ke aku.

Aku langsung naik ke motornya dia, tapi ternyata aku ga bisa mundurin karena di kiri-kanan ada motor orang dan di belakang ada pohon. Tiba-tiba temanku Nisa datang dan bantuin aku geserin motor yang ada disana, ya supaya aku bisa jalan. Ternyata masih ga bisa juga.
Terus Nisa bilang, "Yaudah, sini biar aku bantuin", dan dia bantuin aku majuin motornya, tapi tanpa sengaja dia nyentuh gas, dan motor itu jalan kencang dengan sendirinya tanpa bisa dikontrol lagi. Alhasil aku yang ada dimotor itu nabrak tangga dan motor itupun jatuh.
Yang bisa aku lakuin waktu itu cuma teriak. Rasanya kepala aku waktu itu bener-bener blank ga tau harus berbuat apa.

Motor itu jatuh ketanah dan aku juga jatuh. Karena waktu itu hujan, jadinya aku jatuh ketanah becek. Baju, celana, muka, tangan, kaki, semuanya penuh lumpur. Perut ku kena kaca spion dan lututku lecet.

Waktu itu semua orang yang ada disitu cuma bisa bengong. Ada beberapa orang yang bantuin berdiriin aku dan benerin motornya. Tarina yang punya motor itu juga bengong. Dan Nisa yang tadi ga sengaja nyentuh gas motor itu sampe motornya jalan kencang dan akhirnya nabrak, langsung ngerasa bersalah dan bilang dia mau tanggung jawab benerin semua kerusakan-kerusakannya.
Dia juga tanya ke aku, "Fan, kamu ga kenapa-napa kan? Ada yang luka?"
Dan aku jawab, "Udah, ga usah khawatirin aku. Kalopun aku ada luka kan bisa diobatin. Sekarang yang jadi masalah motornya...."
Yap, itu motor Tarina. Itu motor orang. Itu bukan motor aku, bukan juga motor Nisa.
Rasanya aku memang bener-bener stress waktu itu. Memang ini semua ga sepenuhnya salah aku. Tapi.............. yah, you know lah.

Motornya Tarina memang cuma rusak sedikit, tapi siapa coba yang mau motornya rusak gara-gara orang?
Aku lemas. Pusing. Rasanya mau pingsan. Aku harap ini cuma mimpi, tapi ternyata bukan.

Saat itu juga, aku, Tarina, dan Nisa langsung pergi cari tempat servis motor. Tapi dari semua tempat yang kami datangin, tokonya tutup semua. Gara-gara waktu itu lagi magrib dan udah hampir malam. Akhirnya kami mutusin, besok pas pulang sekolah barulah kami servis motor itu. Yah, semoga aja itu berhasil :')


-------------------------------


Pas di perjalanan pulang, tiba-tiba Tarina bilang, :
"Fan, mungkin ini pelajaran dan peringatan buat kamu. Selama ini kamu selalu marah, kesal, dan ga peduli kalo mama dan papa ngelarang kamu naik motor. Sekarang kamu udah rasa, kan? Sekarang kamu udah rasa apa yang selama ini mereka takutkan.''

Deg.

Tarina bener.

Sekarang aku baru sadar atas apapun yang selama ini mama dan papa bilang. Aku harus dengar mereka. Ga seharusnya aku marah, kesal, sebal, atau bahkan ga peduli setiap orang tua ngelarang ini-itu. Yah, mungkin kalo Tuhan ga kasih cobaan kayak gini aku ga bakalan sadar.
Penyesalan memang datangnya belakangan, dan aku tahu itu.
Aku sedih. Aku jadi ngerasa bersalah.

Aku tahu, kalo kita harus dengar apa yang orang tua bilang, tapi entah kenapa rasanya hati aku ga bisa ngelakuin itu. Aku selalu merasa udah gede, aku selalu merasa udah dewasa, aku selalu ga suka kalo diatur-atur. Ya, aku tahu aku salah.

Dan inilah yang harus aku terima akibat keegoisan aku selama ini.
Aku bersyukur Tuhan masih mau ngasih cobaan buat aku. Karena itu tandanya Tuhan masih mau aku berubah jadi orang yang lebih baik. Mungkin kalo Tuhan ga pernah ngasih teguran atau cobaan buat aku, aku ga bakalan pernah sadar dengan semua ini. Aku akan kayak gini terus. Aku ga bakalan berubah.

Aku ga mau jatuh di lubang yang sama. Aku ga mau terjadi hal yang ga enak yang terjadi karena keegoisan aku sendiri seperti hal ini. Semoga ini kejadian yang pertama dan terakhir kalinya buat aku. Sekarang aku akan coba berpikir lebih dewasa. Ga kayak anak-anak lagi seperti sekarang.
Yah, I PROMISE I'LL BE BETTER THAN BEFORE. I'll change my mind and my attitude. Yeah, I'll do it.

Ma, Pa, maafin Ninin ya :')

[+/-]

Internet? Harus sehat dong!

[+/-]

What A Busy Time!

[+/-]

I'm Sorry