Pages

Subscribe:

Rabu, 27 Oktober 2010

An Experience That I'll Never Forget

Kalo kita buka berita di TV, pasti berita yang lagi hot-hotnya itu adalah berita tentang Gunung Merapi meletus di Sleman dan gempa + tsunami di Padang, ya kan?
Yah, berita itu emang bener-bener bikin sedih, apalagi kalo ada sodara atau teman kita yang tinggal disana dan kita ga tau gimana kabarnya. Kita cuma bisa berdoa, semoga semua sodara-sodara kita disana baik-baik aja, ga kenapa-napa :)

By the way, gara-gara dengar kabar itu, aku jadi ingat tentang tugas bahasa Indonesiaku kemarin. Guruku nyuruh kami cerita didepan kelas tentang pengalaman kami waktu tsunami di Aceh 6 tahun yang lalu. Waktu itu aku udah mikir dan tulis gimana ceritaku waktu tsunami, ehh taunya malah ga jadi. Yaudahdeh, ceritanya aku post di blog aja ya :)


~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

Minggu, 26 Desember 2004. Sekitar jam 07.15 pagi. Waktu itu aku masih kelas 3 SD, dan seperti biasanya, kalo hari minggu gitu aku masih tidur dikamar. Tiba-tiba aku ngerasa tempat tidurku goyang-goyang, awalnya aku kira itu mama yang goyang-goyangin tiang tempat tidur, karena kebetulan waktu itu aku tidur dikamar mama. Tapi ngapain? Ngapain mama goyang-goyangin tempat tidur gitu?
Tiba-tiba papa dan nenekku yang ada diluar kamar teriak "Gempaaaa! Gempaaaa!" dan waktu itu aku langsung bangun dari tempat tidur, keluar kamar, dan kami semua lari keluar rumah.

Begitu sampai diluar rumah, semua tetanggaku udah pada keluar semua dan duduk di trotoar jalan. Karena waktu itu masih pagi, jadi banyak banget orang-orang yang masih pake baju tidur, termasuk aku. Waktu itu aku cuma pake daster tidur warna hijau muda dengan gambar kambing.

Semua orang yang ada disana mukanya panik, ketakutan, dan pasrah. Waktu itu gempanya lumayan lama dan kuat, jadi banyak ruko-ruko dan rumah-rumah yang ada didekat rumahku itu roboh dan rata dengan tanah. Banyak juga orang yang heboh nelpon semua keluarganya pagi itu buat tau kabar mereka. Tapi sayangnya waktu itu telepon/hp jaringannya ga berfungsi.

Begitu gempa agak reda, banyak orang langsung masuk kerumahnya lagi dan membereskan puing-puing rumahnya karena gempa. Tapi waktu itu aku dan keluargaku tetap diluar rumah, karena takut ada gempa susulan. Waktu kami lagi ngobrol-ngobrol dengan tetangga, tiba-tiba terdengar suara mobil dan motor yang ngebut-ngebutan. Kami semua heran.

Mobil-mobil dan motor-motor udah kayak semut dijalan itu. Rame banget. Ditambah lagi banyak orang yang lari-lari kearah yang ga jelas tujuannya. Kami bingung, "ada apa ini?"

Tiba-tiba ada orang yang teriak-teriak bilang, "Air laut naik!!! Air laut naik!!!"

Kami tambah bingung, maksudnya air laut naik apa?

Tapi semakin lama mobil, motor, dan orang yang lari di jalan bertambah rame. Dan karena panik, aku dan keluargaku jadi ikut-ikutan lari juga. Waktu itu kami lari tanpa tujuan yang jelas dan terpisah-pisah. Aku lari kesana, mama lari kesini, papa lari kesitu. Yang waktu itu ada dipikiran kami adalah kabur. Tapi kami ga tau mau kabur kemana.

Waktu itu aku lari sendiri ikut-ikutan orang. Karena susah lari pake sandal, akhirnya aku lepas sandalku dan lari dengan kaki telanjang. Rasanya kakiku sakit semua, karena aku lari injak batu-batu dan aspal dijalan itu. Tapi yang waktu itu ada dipikiranku cuma satu, LARI APAPUN KEADAANNYA.

Aku lari dengan rasa bingung. Aku mau lari kemana? Aku mau ngapain? Ada apa memangnya disana? Terus.....aku baru sadar kalo aku lari sendiri. Aku teriak-teriak manggil semua keluargaku, tapi suaraku ga kedengaran sama sekali, karena waktu itu suasana ributnya minta ampun. Suara klakson mobil, motor, dan orang yang lari dan teriak-teriak. Aku nangis. Aku ga tau mau ngapain lagi.

Tiba-tiba ada suara yang manggil-manggil aku dari belakang. Rupanya itu papa.
"Fania!! Fania!! Lari kesini!! Lari kesini!!"

Dan akhirnya aku balik arah dan lari kearah yang papa tunjuk tadi. Aku lega, akhirnya aku ketemu lagi sama keluargaku. Waktu itu kami berdiri di sebuah hotel kecil, atau lebih tepatnya disebut losmen yang ada disamping rumahku. Tempat itu lumayan tinggi. Waktu itu kami semua cuma mengira kalo air laut yang naik itu palingan cuma selutut atau sebatas kaki, tapi ternyata....ENGGAK!

Waktu aku berdiri di pintu losmen itu, tiba-tiba dari arah depanku datanglah air. Aku bingung, "lho? ini air laut? kok warnanya hitam?"

Aku liat ke arah kiriku, ada seorang kakek-kakek. Kakek itu bengong.
Aku liat ke arah kananku, ada papa. Papa juga bengong.

Semuanya diam, hening banget. Semua orang yang ada disitu berdiri dengan mulut ternganga karena ga percaya dengan apa yang dia lihat. Ya, itulah tsunami! Kami heran, kenapa ada air laut yang sebesar dan setinggi itu, warnanya hitam pekat, dan anehnya air itu juga membawa mobil-mobil, kayu, rumah, pohon, dll.

Tanpa aku sadari, ternyata aku juga bengong. Ya, aku ga pernah liat air segede itu sebelumnya.

Beberapa detik setelah itu, air bah yang tadi kami lihat datang kearah kami. Pertama sebatas tumit kakiku, terus naik sebatas lutut, naik lagi sebatas perut, dan tiba-tiba waktu itu aku terasa terhempas kebelakang. Kebetulan dibelakang tempatku berdiri itu ada jendela. Jadi aku ngerasa aku didorong oleh air itu, jendela itu jebol, aku jatuh dan terhempas kearah belakang, dan tiba-tiba aku tenggelam.

Aku ngerasa melayang-layang dalam air. Waktu itu aku mau bernafas, tapi ga bisa. Aku mau bergerak buat nyari udara, tapi rasanya badan ini lemas ga sanggup bergerak. Dan akhirnya waktu aku tenggelam didalam air, tanpa sengaja aku meminum dan menelan 3 teguk air bah itu.
Ya aku ingat. Aku ingat waktu aku menelan air itu. Rasanya asin, pahit, dan bau bensin. Rasanya aku mau muntah, tapi ga bisa. Aku tetap telan, telan, dan telan air itu.

Waktu aku tenggelam dan melayang-layang dalam air, aku udah ngucap "Laillahailallah...Laillahailallah..." aku ulang-ulang kalimat itu. Waktu itu aku udah pasrah, aku udah yakin ga akan ada kesempatan hidup lagi buat aku. Aku pasrah kalo Allah mau ngambil nyawa aku hari itu. Entah kenapa, waktu itu aku udah siap untuk mati.

Tapi tiba-tiba aku ngerasa ada yang mendorong badan aku naik keatas. Dan tiba-tiba aku bisa bernafas lagi. Aku buka mata, dan ternyata aku ada didalam ruangan losmen tadi, ditengah-tengah kayu-kayu, kursi, meja, lemari, kaca, dll.
Aku lihat disampingku ada jendela besi. Aku pegangan disitu.

Aku lihat kedepan, sepi.
Aku lihat kesamping, sepi.
Aku lihat kebelakang, sepi.
Yang ada cuma kayu-kayu, kursi, meja, pohon, kaca, bahkan atap rumah orang.

Tiba-tiba ada orang muncul disampingku. Rupanya itu papaku! Dan yang satunya lagi mamaku! Ya, aku senang. Akhirnya bisa jumpa lagi dengan mereka.

Kemudian papa teriak-teriak minta tolong. Aku juga.
Dan akhirnya ada seorang abang-abang yang bantuin kami keluar dari kepungan kayu-kayu itu.

Setelah keluar, aku lihat ke sekelilingku, semuanya rata! Ga ada lagi bangunan, cuma ada air yang menggenang. Rasanya kayak ada ditengah-tengah laut lepas.

Kemudian aku naik keatas atap rumah orang yang ada disamping losmen itu, terus aku merangkak naik ke atas ruko yang berlantai 3. Entah kenapa waktu itu aku ngerasa kuat buat manjat-manjat dan merangkak ke atap rumah orang.

Begitu sampai di atas ruko yang berlantai 3, disana udah banyak banget orang. Badan kami semua kotor, bau, dan hitam! Rambut kami juga udah persis kayak orang gila. Ada orang yang telanjang, bajunya robek, tangannya luka, macam-macam deh. Bahkan ada seorang ibu-ibu yang perutnya robek. Darahnya banyak banget, tapi cuma dibalut pake kain sarung. Ibu itu udah menjerit-jerit karena kesakitan. Aku kasian liatnya. Dan waktu itu aku cuma bisa berpikir, "kita sama bu, saya juga korban dari bencana ini..."

Setelah itu aku, mama, papa, nenek, ada adiknya nenekku duduk diatas lantai ruko itu. Aku ngerasa lemas, pusing, mual dan rasanya mau pingsan. Jadi selama di ruko itu aku tidur. Sesekali mama suka panggil-panggil aku, karena mama takut aku meninggal.

Ga lama setelah itu, kami semua pergi ke Masjid Raya setelah air udah lumayan surut. Kami merangkak lagi dari atap rumah yang satu ke atap rumah yang lainnya. Begitu sampai ditempat yang udah agak aman, kami semua turun kejalan. Waktu itu tinggi air sekitar selutut orang dewasa. Waktu jalan menuju ke Masjid Raya itu, kami harus jalan dengan hati-hati. Karena sepanjang jalan banyak banget mayat-mayat orang, kayu, kaca, dan benda-benda yang tajam.

Begitu sampai di Masjid Raya, aku ingat ada seorang kakak-kakak yang baik.
Waktu itu aku kehausan. Dan aku bilang sama papa, "Pa, ninin haus..'' *ninin itu panggilan aku kalo dirumah*
Terus papa bilang, "Yah, papa ga punya minum, minta sama orang aja, ya?"
Aku ngangguk. Dan tiba-tiba papa manggil seorang kakak-kakak yang lagi pegang botol Aqua.
"Dek, boleh minta sedikit minumnya?"
Dan kakak itu dengan senyum bilang, "Boleh kok.." kemudian kakak itu langsung ngasih Aquanya ke aku.

Oh iya, selama di Masjid Raya itu, kami nunggu bantuan datang. Entah itu makanan, minuman, atau selimut. Tapi disaat kami semua lagi kesusahan tetap aja ada orang yang iseng. Ada orang yang nyebarin isu kalo tsunami datang lagi. Alhasil kami semua panik dan ketakutan. Semua orang langsung naik keatas jendela mesjid. Tapi ternyata tsunami itu ga datang lagi.

Beberapa saat setelah itu, kami pergi kerumah sodara yang rumahnya ga kena tsunami. Kami ngungsi disana sampe sekitar 1 minggu lebih. Disana kami makan seadanya, palingan cuma mie instan yang satu bungkus dibagi rame-rame. Tidur juga seadanya, kami tidur di teras rumah dengan beralaskan karpet dan tidur berdesak-desakan. Yah, pokoknya kami hidup seadanya waktu itu. Bahkan kami ga punya air untuk mandi dan juga ---maaf--- cebok sehabis BAK ataupun BAB.

Beberapa hari kemudian, aku dan keluargaku berangkat ke Medan. Kami memutuskan tinggal disana selama beberapa waktu. Disana kami tinggal dirumah om-ku. Kami hidup mulai dari 0 lagi. Waktu itu kami ga punya apa-apa selain baju yang ada dibadan. Bahkan uang untuk makan dan berangkat ke Medan aja harus pinjam ke saudara.

Sejak saat itu aku udah ga pernah ke Banda Aceh lagi. Palingan aku cuma liat perkembangannya aja di TV. Setelah beberapa bulan tinggal di Medan aku pindah ke Jakarta, karena kebetulan keluargaku punya rumah disana. Aku tinggal sekitar 1 tahun di Jakarta. Disana aku sekolah di sekolah yang baru, kadang-kadang aku juga masih ingat dengan teman-temanku yang di Aceh. Gimana ya kabar mereka sekarang?

Begitu naik ke kelas 5 SD, barulah aku pindah lagi ke Banda Aceh sampai sekarang. Waktu itu Banda Aceh udah banyak banget berubah, tentunya karena tsunami. Tapi terkadang aku suka membandingkan antara Banda Aceh yang dulu dan Banda Aceh yang sekarang. Dan jawabanku selalu : lebih enak Banda Aceh yang dulu! Entah kenapa rasanya Aceh itu dulu aman, tentram, sejuk, dll.. Ya, terkadang kita memang merindukan masa lalu...


~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~


So, let's pray to our family and our friends in Sleman and Padang!
Aku udah pernah ngerasain gimana rasanya jadi pengungsi. Hidup di pengungsian, makan dan tidur seadanya, dan hidup itu serba kekurangan. Rasanya ga enak banget!

Tapi inilah yang namanya pengalaman. Terkadang pengalaman ga enak itu juga seru kalo diceritain :)

Rabu, 13 Oktober 2010

Ternyata Fania Itu Jadul

Aku sering bertanya-tanya.. Apakah aku remaja yang ketinggalan jaman? Apakah aku remaja yang jadul? Apakah aku remaja yang `ga gaul`?

Yap, aku sering mikir gitu, karena aku ngerasa aku aneh. Kenapa?
Ya kita semua tau sendiri kan, biasanya kalo anak-anak remaja seumuran aku itu pasti lagi ngefans-ngefans nya sama artis-artis, band-band lokal atau bahkan luar negeri yang lagi nge-top, atau apa aja deh yang lagi booming. Tapi aku enggak! Aku sama sekali ga pernah tertarik atau fanatik sama sesuatu sampe
`segitunya`.

Jadi nih, sekarang-sekarang ini kan lagi masa jayanya Justin Bieber, Lee Min Ho, Kim Bum, dll. Dan hampir 100% semua teman-teman disekolah aku itu pasti ngefans sama mereka, ya paling ga salah satu dari mereka yang aku sebutin diatas tadi deh.

Makanya kalo udah jam istirahat, biasanya anak-anak kelasku itu pasti abis jajan di kantin langsung duduk disuatu tempat, bikin lingkaran kecil, dan dengan semangat yang menggebu-gebu ngomongin artis idola mereka itu sama `geng`nya masing-masing.

Dikelasku sekarang, anak-anak perempuannya terbagi ke beberapa kelompok.
Ada kelompok yang maniak film-film drama Korea, ada kelompok yang maniak musik-musik mancanegara, ada kelompok yang maniak komik-komik Jepang, dll. Dan coba tebak aku masuk ke kelompok mana? Ga satu kelompok pun!

Aku suka heran deh, kenapa aku ga pernah suka ama sesuatu hal gitu ya? Entah itu film, musik, binatang, atau komik sekalian. Makanya kadang-kadang aku sering ga nyambung kalo ngobrol sama mereka. Aku udah coba gabung sama mereka, tapi ujung-ujungnya aku pasti kabur juga. Contohnya nih :

1. Waktu itu anak-anak yang maniak komik Jepang lagi ngumpul, mereka lagi bahas komik-komik keluaran terbaru. Dan pas aku dateng, aku denger omongan mereka :

"Eh, komik ****** nomor 27 u
dah keluar belum? Aku belum punya nih!"

"Kayaknya udah deh, tapi ga tau juga. Eh tapi sekarang yang lagi nge-top itu komik ********, aku udah baca komiknya, seru banget lho!"

"Ah masa? Oh iya kalian tau ga, si Edward yang di komik Fullmetal Alchemist udah kawin lho, bla...bla...bla..."

Karena aku ga tau apa-apa tentang yang mereka omongin, aku pun lang
sung ngibrit.

2. Waktu itu aku coba ngum
pul sama anak-anak yang maniak film-film drama korea, kebetulan salah satu temanku waktu itu bawa laptop ke sekolah.

"Eh liat deh video ini, kalian udah pada liat belum? Nih aku putar ya videonya, keren lho!"

setelah video diputar....

"AAAAAAAAWWW!!! KIM BUUUUM!!! I LOVE YOU I LOVE YOU! Ahhh Kim Bum ganteng banget sih disini!!" *tentunya den
gan suara keras, loncat-loncat, dan dengan gaya yang lebay*

"Heeeeh Kim Bum itu cowo aku!! Kamu Lee Min Ho aja sana!"

"Eh ga boleh dong! L
ee Min Ho itu punya aku! Dia Jang Geun Soek aja!"

Dan mereka semua pada ribut rebut-rebutan cowo yang main di film-film Korea itu. Sebelum gendang telingaku pecah, akhirnya aku langsung kabur nyelamatin diri.

3. Waktu itu aku iseng gabung sama anak-anak yang suka Anime. Mereka suka gambar tokoh-tokoh komik yang ada di komik-komik Jepang g
itu. Nah biasanya mereka ini anak-anak yang kalem lho, soalnya mereka pasti ga heboh kayak contoh-contoh yang aku sebutin tadi. Kerjaan mereka sehari-hari adalah cuma duduk diem dikursi, ditemani dengan secarik kertas, sebatang pensil, dan juga sebuah penghapus karet.

Biasanya kalo aku dateng, anak yang satu lagi mendesain baju tokoh komik yang digambarnya, anak yang kedua lagi gambar lekuk-lekuk mukanya, anak yang ketiga lagi ngatur panjang-pendek rambutnya, dll.

Makanya kalo aku gabung sama mereka si pecinta Anime ini aku pasti jadi bingung mau ngomong apaan.

Terus contoh terakhir..

Dua orang teman dekatku, Ariana dan Selvi, mereka maniak musik-musik luar negeri. Dan yang paling mereka suka itu band Laruku, dari Jepang. Karena kebetulan Ariana ini teman sebangku aku dan Selvi ini duduk didepan aku, jadi hampir setiap hari aku dengar mereka ngomongin tentang itu.


"Eh Sel, aku udah dapet lho video Laruku yang lagu terbarunya!" *sambil keluarin hape dan mutar videonya*

"Ihhhh yaampuuun, si Hyde ganteng banget ya!? Padahal dia udah 42 tahun lho! Tapi mukanya kayak anak-anak cowo ABG jaman sekarang!"

"Iya dong, Hyde aku gitu loh!"


"
Eeeeeh enak aja!! Itu Hyde aku!"

"Hyde aku!!"

"Bukan!! Itu Hyde aku!!"


"Aku!"


"Aku!"


Bahkan sering juga mereka rebutan si Hyde itu sampe jambak-jambakan rambut segala.. Hahahahaha.. *tapi cuma sebatas bercanda pastinya*

Oh iya, bukti ke-jadul-an aku yang lain contohnya di dunia FB.

Sekarang ini kan anak-anak remaja itu suka banget tuh, nama akun FBnya gabungan dari nama dia dan artis favoritnya.

Misalnya nama dia Ani, dan dia suka Justin Bieber.
Nama FBnya kurang lebih kayak gini : Anii Justin Drew Bieber
atau kalo mau yang lebih parah, ada juga yang kayak gini : Anii sii Cewe SayanggJustinBieber

Atau misalnya nama dia Tuti, dan dia suka Lee Min Ho.
Kalo si Tuti itu orang normal, kurang lebih nama FBnya : Tuti 'Lee M
in Ho'.
Tapi kalo si Tuti itu orangnya abnormal (alay), kurang lebih nama FBnya : Tutii SayangBwangetzSamaLeeMinHo

Bwahahahaha.. Nah kalo aku?
Sejauh ini, nama akun FB aku tetap pake nama asli aku, Fania Putri Alifa. Dan itu ga pernah aku ubah dari pertama kali aku bikin fb sekitar setahun yang lalu.

Lagian kalopun aku mau ubah, aku mau ubah jadi apa coba?
Binatang yang aku suka itu kucing, tapi ga mungkin kan kalo aku ubah nama FBku jadi : Faniia Sii Cewe Kuciing. Bisa dikira orang aku itu seekor kucing yang waktu malam tahun baru dapat keajaiban berubah jadi seorang manusia.

Atau mungkin ntar ada orang yang baru add aku dan begitu aku confirm, dia bakal ngirim ke wall facebook ku :
"Hey, salam kenal ya, cing! Kamu jantan atau betina?"
Ouh!


Makanya selama ini aku ga mau ubah-ubah nama FB, selain karena ga ada artis atau band yang aku suka, aku pun ga mungkin ubah nama FB pake nama binatang kayak gitu. Hahaha

Terus juga, sekarang di sekolahku lagi heboh-hebohnya gelang PB. Awalnya aku-yang-sama-sekali-ga-tau-soal-tren-masa-kini, ga tau itu jenis gelang apaan.
Sebenarnya sih aku udah lama tau bentuk gelangnya itu gimana, tapi aku sama sekali ga tau kalo ternyata gelang itulah yang disebut dengan gelang
PB. Awalnya aku bingung, aku kira gelang PB itu singkatan dari gelang Point Blank. Bwahahahaha.. Makanya aku heran, memangnya game Point Blank itu bisa dijadiin gelang?

Tapi akhirnya kebingungan
aku itu ga bertahan lama. Karena pada akhirnya, waktu aku les bahasa inggris, teman-teman sekelasku membahas tentang gelang PB, soalnya ada teman les-ku yang make gelang itu ke les, dan yang namanya `cewek`, pasti deh langsung cuap-cuap ga jelas tentang fashion ya kan? Nah saat itulah aku baru tau kalo ternyata itu yang namanya gelang PB (padahal itu gelang lagi nge-top banget sekarang). Dan disaat itu jugalah aku tau, kalo ternyata gelang PB itu ternyata memang benar-benar bukan singkatan dari gelang Point Blank, tapi Power Balance.

Inilah dia bentuk gelangnya :














Dan itu berarti masih meninggalkan sebuah pertanyaan yang besar buat aku.
"Aku remaja yang ketinggalan jaman-kah?"

Karena disaat semua orang seusiaku suka Justin Bieber, aku enggak.
Disaat semua orang seusiaku suka Maikel Jeksen, aku enggak.
Disaat semua orang seusiaku suka Robert Pattinson, aku enggak.
Disaat semua orang seusiaku suka komik ini komik itu, aku enggak.
Disaat semua orang seusiaku ngubah nama FB, aku enggak.
Disaat semua orang seusiaku gaya-gayaan pake gelang PB, aku enggak.

Satu-satunya hal yang aku suka itu kucing.
Tapi....ga mungkin kan kalo aku teriak-teriak dikelas :

"Yaampuuun tau ga sih, kucing aku yang kemarin bunting sekarang udah melahirkan lho, anaknya 4, yang jantan 2 yang betina 2, warnanya kuning belang-belang, bla...bla...bla..."

Sedangkan semua teman-temanku selalu heboh tentang idola mereka.

"Ihhh yaampuun si Robert Pattinson keren banget ih! Andaikan aku bisa jalan-jalan ke Amrik sama dia! Ohhh.."

atau

"Eh tau ga? Masa Pasha Ungu mau nikah lagi sih? Sebel deh! Padahal cewenya kan jelek. Bla....bla....bla...."

Kan ga lucu, disaat mereka lagi heboh-hebohan dengan artis idola mereka, ehh aku tiba-tiba muncul dengan topik kucing dirumahku udah melahirkan dan beranak 4.

Oke deh. Setelah sekian lama aku ngalor ngidul disini. Akhirnya aku capek juga. Dadah! Sampe jumpa di postingan selanjutnya ya! :D

Kamis, 07 Oktober 2010

It was my first (bad) experience

Halo! I want to talk you about my first experience at school. Bad experience tentunya..

Jadi selama beberapa hari ini di kota tempat tinggalku, Banda Aceh, hujan lagi gencar-gencarnya turun. Dan itu membuat aku selalu telat kesekolah dan males belajar. Kenapa? Karena pas hujan pagi-pagi enaknya ngumpet didalem selimut dan akhirnya aku jadi selalu telat bangun pagi karena keasikan bobok dan juga setiap disekolah aku bawaannya pengen makan baksooo terus. Makanya jangan salahkan aku kalo akhir-akhir ini aku selalu telat dateng kesekolah (bahkan si pak satpam udah hapal muka aku sebagai anak-yang-selalu-telat-kesekolah-kalau-musim-hujan) dan juga males belajar karena aku lagi suka nongkrong di kantin makan bakso pas hujan-hujan gini.. So kesimpulannya adalah : salahkanlah hujan! jangan salahkan saya! hehe

Karena lagi musim hujan gini, taman-taman dan lapangan di sekolah jadi becek.. Makanya itu, waktu hari Rabu kemarin, aku memutuskan pake sepatu warna hitam kesekolah (seharusnya kalo hari Rabu itu pake sepatu putih) supaya sepatu putih ku itu ga kotor.

Awalnya sih aku biasa-biasa aja. Toh selama ini banyak kok anak-anak yang pake sepatu yang warnanya ga sesuai dengan seragam sebenarnya, apalagi kalo musim hujan. Alasannya klise dan simpel sekali : Takut sepatu kotor, atau sepatunya belum kering dicuci karena selama ini hujan terus. Dan selama ini aku menganggap, guru-guru disekolah pasti maklum akan hal itu.

Tapi ternyata apa yang aku pikirin itu salah! SALAH TOTAL!

Waktu aku temenin salah seorang teman aku ke kantin, tiba-tiba aku kepergok sama guru piket di gedung kelas 1. Ibu itu bilang :
"Eh, kamu kenapa pake sepatu hitam?"

Aku jawab, "I..Iya..Bu.. Sepatu putih saya kotor. Belum kering karena kemarin baru dicuci"

"Oh gitu, yaudah. Besok-besok jangan pake sepatu hitam lagi ya!" Kata ibu guru piket yang berbaik hati itu. DAN AKU SELAMAT! Bwahahahaha

Beberapa menit kemudian, aku temenin teman aku yang lain ke kamar mandi. Dan karena kelas aku paling diujung ujung ujung, kalo mau ke kamar mandi, otomatis harus ngelewatin meja guru piket lagi. Karena kalo diibaratkan dengan magnet, kelasku itu kutub utaranya, nah kamar mandi itu kutub selatannya. Jadi kelasku dan kamar mandi itu letaknya dari ujung ke ujung.

Begitu ngelewatin meja piket, aku ketemu sama seorang guru piket lagi. Sayangnya aku ga tau nama ibu ini siapa, beliau ngajar pelajaran apa, dll.

Seperti merasa menemukan mangsa, ibu itu pun memburu saya! (baca : seperti merasa menemukan murid untuk diadili, akhirnya ibu itu pun memanggil saya!)

"Hey kamu kamu! Kenapa kamu pake sepatu hitam? Sini kamu!"

Aku sebagai makhluk yang tidak berdosa pun datang ke meja ibu itu. Dan ibu itu ngulang lagi pertanyaan tadi :

"Kamu kenapa pake sepatu hitam? Kamu tau kan hari ini hari apa?"

Aku diam + nunduk. Ibu itu ngulang lagi pertanyaannya.

"Hey, kamu tau kan hari ini hari apa? Kenapa kamu pake sepatu hitam? Ini kan hari Rabu, seharusnya pake sepatu putih kan?"

Dan dengan semangat membara, aku menjawab dengan lantang :

"Lho emangnya Ibu pikir saya ini pocong!? Udah saya pake jilbab putih, baju putih, rok putih, kaus kaki putih, masa sepatunya putih lagi? Memangnya saya ini pocong apa, pake putih-putih semua dari ujung rambut sampe ujung kaki!??"

Oh my god. Oke, kalian semua pasti tau kan yang diatas itu bohongan?
Yap, sebagai manusia normal yang masih ingin hidup sangat tidak mungkin aku ngomong seperti itu ke guru. Hahahahaha


Kejadian yang sebenarnya adalah :

"Hey, kamu tau kan hari ini hari apa? Kenapa kamu pake sepatu hitam? Ini kan hari Rabu, seharusnya pake sepatu putih kan?"

"I..iya..Bu, sa..sa..saya tau, tapi sepatu putih saya masih basah Bu, kemarin baru dicuci tapi sekarang belum kering, kan akhir-akhir ini hujan terus.."

"Halah.. Ada aja alasan. Yaudah, sekarang buka sepatu kamu! Nanti setelah pulang sekolah baru boleh kamu ambil lagi di Ruang BK!"

OH MY GOD! Aku bener-bener ga ngerti. Selama ini kan hujan terus, pasti banyak anak-anak yang pergi kesekolah dengan seragam yang ga sesuai. Entah karena bajunya basah, celananya kotor, sepatunya belum kering, dll..
Tapi...tapi kenapa Ibu itu ga bisa memakluminya!???

Oke, sebagai murid yang patuh, aku langsung buka sepatu hitamku, aku kasih ke Ibu itu, dan kemudian Ibu itu bawa sepatu ku kedalam Ruang BK, yang tepat berada disamping meja piket.

Dan kalian pasti bisa bayangin kan gimana aku sekarang?
YAK! Hari ini sepanjang sekolah aku GAK PAKE SEPATU. Belum lagi, ada anak-anak kelas 1 yang jalan sambil ngeliatin aku disana. Terus salah seorang dari anak-anak kelas 1 itu ngomong gini dengan muka heran bercampur iba bercampur kasian :

"Kak, kakak kenapa? Kakak dihukum ya?"

Dan aku cuma bisa nyengir. Anak-anak kelas 1 itu pun pergi.

Jadi selama disekolah itu aku cuma berdiam diri dikelas, duduk di meja dan kursi kesayanganku itu, sambil nulis-nulis dan nyoret-nyoret ga jelas. Sampe-sampe salah seorang temanku bilang, "Fan, kamu tuh kayak orang lumpuh!" Bwahahaha.. Ya jelaslah, gara-gara sepatu aku disita itu kan aku jadi ga bisa jalan dan pergi kemana-mana.

Penderitaan pun belum berakhir. Waktu hari Rabu, jam pelajaran terakhir dikelasku itu TIK. Dan kalo jam TIK, otomatis kami semua harus pergi ke Lab. Komputer.
Nah! Berhubung Lab. TIK itu letaknya sangat-sangat jauh dari kelasku, yaitu ada dilantai 2, sedangkan kelasku dilantai 1, aku bingung. Aku mau jalan ke Lab pake apa!?

Akhirnya dengan kaki telanjang aku digotong rame-rame sama teman-teman dari kelas menuju ke Lab. Semua orang yang ada disitu heran, heran, dan heran. Dan waktu itu aku sangat amat malu.. Huaaaaaah
Tapi akhirnya aku tetap sampe kesana dengan selamat dan sehat walafiat.. Makasih buat teman-teman yang waktu itu sudah membantu aku. Hahaha

Dan pas pulangnya, aku langsung buru-buru ngacir ke ruang BK buat ngambil sepatu. Dan alhamdulillah sepatuku itu masih ada disitu. Tadinya aku takut Ibu itu curi :P

Oh iya, tadi aku iseng-iseng ngintip dan jalan-jalan bentar ke blog-nya Mas Rizkimufty. (Hah? Mas!? Lu kira dia mas-mas yang jualan es cendol di sekitaran Monas? Gaul banget ya mas-mas jualan cendol punya blog! Waaaw!) OKE SKIP!

Nah jadi waktu aku jalan-jalan disana, ternyata dia sudah membuat kan aku secangkir cappuchino.
TAPI cappuchino-nya dalam bentuk award. YAK! Teman blog saya yang satu ini memang rajin bagi-bagi award ya? Sepertinya dia ini seseorang yang baik hati, suka berbagi kepada sesama, pintar, rajin menabung, dan....dan itu aja deh kayaknya. *cepat-cepat aku stop sebelum ntar malah tambah ngawur*

Okelah, ini dia secangkir cappuchino hangat award dari dia :



Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan sebanyak-banyaknya kepada Rizkimufty. Semoga blog-mu tambah axis, ehh salah deng! Eksis maksudnya. Kalo axis itu nama operator seluler kan ya!? Semoga blog-mu tambah banyak pengunjungnya, tambah bagus, dsb...

By the way.. Sama seperti award sebelumnya, siapa pun yang mau ngambil award ini boleh-boleh aja. TAPI syaratnya adalah : kalian adalah follower blog aku ini + lapor dulu ya kalo mau ngambil ^^

Yaudahdeh, dikarenakan mata sudah tidak bersahabat, aku harus mengakhiri postingan malam ini.. Huaaaam.. Bye bye!

Sabtu, 02 Oktober 2010

Ketika Keusilanku Menjadi-jadi

Heey!! Apa kabarnya semua? Oh iya aku udah 14 tahun loooh.. Hahahaha.. Yap, tepatnya hari Jum'at, 01 Oktober 2010 kemarin aku berulang tahun yang ke-14. Sebenarnya aku masih kesal sih, soalnya itu tandanya aku masih harus nunggu 3 tahun lagi buat punya SIM, bikin KTP, dan ikutan nyontreng kalo Pemilu..

Terus juga, aku bilang sama mama kalo aku kepengen dirayain di KFC. Aku pengen dirayain pake badut Chaki, acara di ruang yang penuh balon warna-warni, terus ngundang semua temen-temen sekolahku, dan juga sewa MC yang bisa
sulap. Seru kan? Tapi sayangnya mama bilang,
"Fania, kamu itu sudah gede nak, kamu ultahnya masih mau ditemenin sama badut KFC yang gendut-gendut itu? Siapa sih namanya? Cha...chi...chiki ya? Siapa sih?"
Dan waktu itu aku yang ngerasa masih kecil dan imut-imut, langsung lari ke kamar dan berdiri di depan cermin. "Apa bener mama bilang aku udah gede?"
Ternyata pas aku liat di cermin, "oh iya bener aku udah gede.."

Oke oke oke, yang diatas itu sama sekali ga penting dan 100% hanya khayalan aku aja.

Ah iya, selama beberapa hari ini ucapan selamat ulang tahun terus berdatangan. Ga lewat sms, ga lewat facebook, ga lewat dunia nyata, semuanya ada. Dan seperti biasanya, ucapan-ucapan ultahnya gini "Happy birthday ya fania. Wish you all the best" atau sekarang ucapan yang lagi nge-tren adalah cuma menuliskan "HBD" aja, yaitu singkatan dari Happy Birth Day. Hahahaha Tapi dari sekian banyak ucapan ulang tahun yang datang, ada 2 ucapan yang sangat amat menarik hati. Ucapannya ini berbeda dari ucapan-ucapan ultah yang lain.

Ucapan yang pertama yaitu ucapan dari teman sekelasku yang sekaligus salah satu teman dekatku dari kelas 1 SMP, Selvi. Kalo mau tau nama lengkapnya ini nih : Selviana Hardianty. Selvi ini nih orang yang pertama kali ngucapin ultah ke aku waktu aku di sekolah, dia dengan semangatnya teriak, "HAPPY BIRTHDAY FANIAAA!!" yang sukses bikin muka aku merah karena malu.. Hahahaha.. Terus sorenya dia ngirim wall ke facebook ku :


"Fania happy birthday ya.. Semoga panjang umur, tambah pinter, sehat selalu, dan ga suka nyanyi lagunya Mariah Carey lagi kalo dikelas..."


Hahaha.. Sekedar info, sekarang ini aku lagi tergila-gila lagunya Mariah Carey yang berjudul Hero. Itu loh, kalian udah pernah nonton iklan M150 yang baru belom? Nah, backsoundnya itulah lagu Hero. Sebenarnya lagunya udah jadul sekale, tapi entah kenapa waktu aku nonton iklan itu aku jadi jatuh cinta sama lagu itu dan cepat-cepat buka internet buat download. Nah, jadi aku sama seorang temanku dikelas yang namanya Sandra, kami suka nyanyi lagu itu kalo dikelas lagi ga ada guru. Kami nyanyi gede-gede sampe seluruh kelas tutup kuping karena ga tahan lagi dengar nyanyian kami. Nah, makanya tuh si Selvi berharap aku mau hilangin kebiasaan `gila` aku itu.

Terus yang kedua, ucapan dari teman sekolahku juga. Namanya Nabil, kalo mau tau nama lengkapnya ini nih : T. M. Nabil Rivolsa. Nah jadi si Nabil ini ngucapin aku lewat sms, tapi dia ngucapinnya telat. Aku ultah tanggal 1 ehh dianya malah ucapin aku tanggal 2. Jadi di suatu hari yang cerah, dimana sang mentari sedang bersinar indah, hp yang kuletakkan di kantong celanaku berbunyi. Waktu aku liat, ehh taunya ada sms. Dan waktu aku liat lagi, ehh taunya itu sms dari Nabil. Dia sms aku gini :


"Fan.. Sorry ya, aku baru tau qe birthday, selamat ulang tahun! Padahal aku mau beliin qe kado lho, tapi qe aja ga ada kasih kado waktu aku ultah kemarin, ga jadi aku beli deh kadonya. Yaudahdeh, selamat dapat kado dari orang!"


PS : "Qe" itu artinya "kamu" dalam bahasa aceh

Bwahahaha.. entah kenapa aku jadi ketawa-ketawa sendiri baca sms dari si Nabil itu. Dia dengan gaya humoris-gak-jelasnya sukses bikin aku sakit perut. Oke, kata-kata yang bikin aku ketawa ga berhenti-berhenti adalah : Selamat dapat kado dari orang! Ckckck apa coba maksudnya? dasar manusia aneh.
Jadi si Nabil ini katanya ga mau beli kado buat aku karena waktu dia ultah kemarin, dia minta aku beliin komik detektif conan 1 paket dan aku ga mau beliin. Bwahahahaha.. Jadi dia balas dendam nih kayaknya..

Okelah, dari sekian banyak ucapan ultah, itulah 2 ucapan yang sangat menarik hati dan sukses bikin aku sakit perut karena ketawa. Tapi buat semuanya yang udah ngucapin, thanks banget ya!! :)


Oh iya, sebenernya di postingan kali ini aku mau cerita tentang keusilan aku yang sepertinya akhir-akhir ini kambuh lagi. Dan korban keusilan aku ini adalah teman-teman chatting aku di Omegle.
Jadi akhir-akhir ini aku lagi suka isengin orang di Omegle, dan aku sangat suka berbuat dan bersikap yang aneh-aneh sama teman chatting aku itu. Misalnya nih : Aku pura-pura jadi orang yang bego dengan cara sok-sok ga tau apa itu ASL (Age, Sex, and Location), bahkan aku juga pernah pura-pura nyamar jadi nenek-nenek 50 tahun dari Afrika Selatan, dan teman chatting aku itu percaya!
Aku juga pernah nyamar jadi orang lebay yang ka
mpungan dan sangat amat jadul. Tadi kan aku udah bilang tuh, aku lagi suka banget sama lagunya Mariah Carey - Hero. Jadi waktu aku chatting sama si orang yang di omegle itu, aku tulis lirik lagu Hero dengan tulisan yang gede-gede dan bawahnya aku tulis :


"Ouuuhhh I'm very very love Mariah Carey!! I love her song!! I love her so much you know? Do you love her too? Ouuuh you same like me!! You must be a Mariah Carey's fans!!! Your life will be wonderful with her songs!! Let's buy her CD!!"

Nah liat tuh, lebay banget kan? Tapi tenaaang, kalo di dunia nyata aku ga gitu kok..

Eh!? Padahal kemaren baru Idul Fitri dan maaf-maafan, tapi kok sekarang aku udah bikin dosa lagi ya? Ckckck

Yaudahdeh, ayo sekarang kita membahas tentang award.
Baru-baru ini nih aku dapet kado ulang tahun award dari Rizkimufty.. Ini dia awardnya :



Waaw, awardnya colorful sekali.. Hahahaha.. Thanks yoo Rizki!
Oh iya, katanya nih ada pertanyaan yang mesti dijawab sama si penerima award yang cantik ini :

"Apa arti sahabat yang sesungguhnya?"


My answer : "Sahabat itu.. Orang yang paling mengerti kita, mau mengerti kita, dan akan selalu mengerti kita. Apapun keadaannya, sahabat akan menemani kita dan bersedia menjadi `tong sampah` untuk membuang semua isi hati kita. Sahabat itu ga ada duanya. Punya 1 sahabat jauh lebih berarti daripada punya 1000 teman..."

Berhubung teman blog-ku ini cuma sedikit (sangat sedikit malah), jadi siapa-pun yang mau ngambil award ini boleh-boleh aja kok.. *asalkan jangan lupa cantumkan nama si pemberi award ya :p*

Dan selanjutnya adalah : Backling post!

1.) Fellicia Putri
2.) .Audreys.
3.) Puteri Permata Sari Daulay
4.) Ayu Octasihu Fivelia S.
5.) Nami Minamoto
6.) Elsha Giovanni
7.) Jeng Hana
8.) Aul-home
9.) Rizkimufty
10.) Fania

Masukin nama kamu di urutan yang paling bawah, terus hapus nama yang paling atas..

Okedeh, sekian dulu ya postingan malam ini....
Aku mau lanjut baca Marmut Merah Jambu-nya bang Raditya Dika nih, karena ada tugas sekolah yang mengharuskan saya meneliti buku-bukunya bang Dika. See you!!

[+/-]

An Experience That I'll Never Forget

[+/-]

Ternyata Fania Itu Jadul

[+/-]

It was my first (bad) experience

[+/-]

Ketika Keusilanku Menjadi-jadi